dear... my beloved future husband
i beg you to read this after you had ur lunch well, and u took a bath :)
i would write this in Bahasa... unless you ask me to explain what i write soon.
***
Hi Mas,
bicara tentang waktu,
20 hari lagi tersisa untuk kita saling mengutamakan ego masing masing
kamu dengan egomu, aku dengan egoku..
banyak harapan terpendam, mimpi mimpi kita yang kita lupakan sejenak ketika ego diutamakan
banyak kenangan manis, tak lagi berasa karena emosi mengalahkan itu semua.
bicara tentang perasaan,
banyak kebahagiaan terlupakan berkat eksistensi amarah dalam diri kita
berapa genggam rasa cinta yang kita ubah menjadi benci dengan singkat
betapa lucunya ketika kita mengumpulkan perasaan itu dengan susah payah,
namun saat ini kita buang begitu saja
bicara tentang penyesalan,
tidak ada hal buruk yg perlu di sesali dalam hidup,
semua pelajaran terbaik timbul dari rasa sakit yg paling dalam
berkali kali aku obati rasa sakit, tak cukup untuk aku berubah menjadi pribadi yg lebih baik
untuk kamu, dan semua orang
bicara tentang saat ini,
perasaanku tak bisa digambarkan
bahkan diberikan hal yg paling aku inginkan dlm hidup pun,aku tak bisa merasakan bahagia
berada di keramaian sesak, aku tetap merasa aku sendiri berjuang untuk ini semua
bicara tentang masa depan,
semua harapan hilang bersama terkubur dengan rasa sakit yg sedang ku usir jauh dari hatiku
bicara tentang rindu,
betapa indahnya masa masa dimana kita bersama... membangun mimpi, menghayal indah, seolah masalah tak akan menghampiri
betapa manisnya masa dimana kita selalu memikirkan kita berdua, tanpa pernah sadar bahwa kita hidup bersama 260 juta rakyat indonesia lainnya..
bicara tentang mimpi,
kamu pernah membangunkan ku dari tidur panjang,
dan meyakinkan ku bahwa mimpi di dalam tidurku bukanlah yg harus ku kejar
melainkan aku harus bangkit dan merealisasikan mimpi itu.
kita pernah berada di fase dimana kita percaya kita bisa membeli dunia,
walaupun saat itu kita tidak memiliki apapun.
kita pernah berada di fase dimana kita percaya bahwa kita bisa menciptakan kebahagiaan,
bahkan pada saat kita tidak tau apa itu bahagia.
saat itu kita sama sama sadar bahwa segala hal dapat kita lakukan, selama kita bersama sama.
bicara tentang kenangan,
itu semua telah menjadi kenangan berdurasi singkat dan terindah selama 26 tahun aku di bumi.
i would write this in Bahasa... unless you ask me to explain what i write soon.
***
Hi Mas,
bicara tentang waktu,
20 hari lagi tersisa untuk kita saling mengutamakan ego masing masing
kamu dengan egomu, aku dengan egoku..
banyak harapan terpendam, mimpi mimpi kita yang kita lupakan sejenak ketika ego diutamakan
banyak kenangan manis, tak lagi berasa karena emosi mengalahkan itu semua.
bicara tentang perasaan,
banyak kebahagiaan terlupakan berkat eksistensi amarah dalam diri kita
berapa genggam rasa cinta yang kita ubah menjadi benci dengan singkat
betapa lucunya ketika kita mengumpulkan perasaan itu dengan susah payah,
namun saat ini kita buang begitu saja
bicara tentang penyesalan,
tidak ada hal buruk yg perlu di sesali dalam hidup,
semua pelajaran terbaik timbul dari rasa sakit yg paling dalam
berkali kali aku obati rasa sakit, tak cukup untuk aku berubah menjadi pribadi yg lebih baik
untuk kamu, dan semua orang
bicara tentang saat ini,
perasaanku tak bisa digambarkan
bahkan diberikan hal yg paling aku inginkan dlm hidup pun,aku tak bisa merasakan bahagia
berada di keramaian sesak, aku tetap merasa aku sendiri berjuang untuk ini semua
bicara tentang masa depan,
semua harapan hilang bersama terkubur dengan rasa sakit yg sedang ku usir jauh dari hatiku
bicara tentang rindu,
betapa indahnya masa masa dimana kita bersama... membangun mimpi, menghayal indah, seolah masalah tak akan menghampiri
betapa manisnya masa dimana kita selalu memikirkan kita berdua, tanpa pernah sadar bahwa kita hidup bersama 260 juta rakyat indonesia lainnya..
bicara tentang mimpi,
kamu pernah membangunkan ku dari tidur panjang,
dan meyakinkan ku bahwa mimpi di dalam tidurku bukanlah yg harus ku kejar
melainkan aku harus bangkit dan merealisasikan mimpi itu.
kita pernah berada di fase dimana kita percaya kita bisa membeli dunia,
walaupun saat itu kita tidak memiliki apapun.
kita pernah berada di fase dimana kita percaya bahwa kita bisa menciptakan kebahagiaan,
bahkan pada saat kita tidak tau apa itu bahagia.
saat itu kita sama sama sadar bahwa segala hal dapat kita lakukan, selama kita bersama sama.
bicara tentang kenangan,
itu semua telah menjadi kenangan berdurasi singkat dan terindah selama 26 tahun aku di bumi.